Carry Me Downa

Rating: ★★★
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: M.J. Hyland

Jhon Egan adalah seorang anak yang berangkat remaja, berusia 11 tahun yang tinggal bersama orang tuanya Michael dan Helen Egan di rumah neneknya daerah di Gorey, Irlandia. Ia seorang anak yang suka menarik diri dari pergaulan dan hanya mempunyai satu orang orang saja teman yang dekat di sekolahnya. Tetapi ia juga seorang anak yang suka membaca membaca buku Guinnes Books of Records yang selalu ia dapatkan sebagai hadiah natalnya setiap tahun.

Terinsprirasi oleh buku Guinnes Books of Records yang mencatat segala hal yang “ter” dan “paling” di muka bumi ini, ia pun ingin suatu saat nanti namanya tercatat disana, sebagai orang yang bisa menjadi detector kebohongan.

Jhon Egan merasa mempunyai kelebihan mendeteksi orang-orang disekitarnya yang berbohong. Pada awalnya, setiap kali Ayah dan neneknya berbohong ia akan mengalami muntah yang hebat. Jhon Egan pun melakukan eksperimen terhadap dirinya sendiri, apa dan bagaimana reaksi tubuhnya setiap kali ia berbohong. Ia pun mengamati tingkah laku, ekspresi dan bahasa tubuh orang yang berbohong. Jhon yang tidak suka berbohong akhirnya menjadi orang yang sangat lihat berbohong. Lama kelamaan, ia tidak lagi muntah setiap kali ia mendeteksi kebohongan. Kesimpulannya, setiap ada yang berbohong di sekitarnya, maka telinga akan terasa panas. Itulah detektornya.

Maka, Jhon kemudian mengirimkan surat ke Guinness Books of Records bahwa ia adalah seorang anak yang bisa mendeteksi kebohongan.

*****
Membaca buku ini bagi gue serasa menonton drama keluarga dengan alur yang lambat dan ceritanya yang mengalir datar-datar saja. Sub-sub Bab yang banyak dalam satu Bab ibarat scene demi scene dalam film drama. Di cover depan buku tertulis “Kisah Jhon Egan, Bocah Pembaca Kebohongan,” tetapi isinya tidak menggambarkan hal-hal yang spektakuler tentang kemampuan Jhon Egan dalam mendeteksi kebohongan. Isi ceritanya justru lebih banyak tentang kesehari-harian Jhon sebagai seorang anak di rumah.

Porsi tentang dirinya yang menjadi detector kebohongan sedikit. Ibarat satu porsi makanan yang terdiri dari nasi sebagai makanan utama, daging ayam sebagai lauk utama, dan tahu atau tempe sebagai lauk tambahan, maka kisah tentang kemampuan Jhon hanyalah ibarat tahu atau tempe saja dalam buku ini.

Dan hal yang menganggu lagi dalam buku ini bagi gue adalah penerjemahan buku ini tentang “You.” Okelah di negeri yang berbahasa Inggris, setiap orang bisa ber”you” terhadap siapa saja. Termasuk kepada orangtua sendiri. Tapi ketika dalam Bahasa Inggris, seorang anak ber”you” kepada orangtuanya, maka apakah harus diterjemahkan pula ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ber”kamu” kepada orangtuanya?

Dan juga ketika posisi ibu, ayah, atau neneknya sebagai orang ketiga, terjemahannya juga mengikuti “she/he” menjadi “ia”. Ga tau deh, itu benar-benar aneh aja bagi gue.

Contohnya :

Ketika Jhon Egan dibawa ibunya ke dokter di kota, ia menolak dan bertengkar di mobil. Ia merasaibunya elah menipu dia.

…….kenapa aku tidak mengetahui ia berbohong ketika mengatakan akan mengajakku berbelanja?
“Jika ada yang sakit, itu adalah kau,” kataku.
Ia menatapku, menunggu tindakanku berikutnya. Aku meletakkan kembali tanganku di samping pahaku dan ia kembali melihat ke jalan. Tapi aku dapat merasakan ia cemas: ia menyentuh wajahnya dan sering menelan ludah.
“Apa maksudnya ini?” ia bertanya akhirnya.
“Kau mengatakan bahwa aku akan berbelanja denganmu. Kau berbohong. Kau menipuku agar ikut bersamamu.”
…………………..
“Jika kau memaksaku menemui dr Ryan sekarang, aku tidak akan memercayaimu lagi.”

Menurut pendapat gue, bukankah bisa diterjemahkan menjadi “Jika Ibu memaksaku menemui dr Ryan sekarang, aku tidak akan memercayai Ibu lagi.”?

Gue rasa budaya tutur Indonesia tetap harus mengikuti karena toh tidak akan mengganggu atau merubah makna sebuah kalimat.

Satu hal yang gue suka dari buku ini adalah bahasa buku ini bagus. Narasi dan pemaparannya enak dan tertata rapi. Mungkin ini kelebihan buku sastra kali ya? Tapi tetap aja gue berpikir, ini bener-bener seperti menonton film drama yang beralur lambat, scene perscene.
Endingnya pun ga jelas. Walaupun pada akhirnya gue berpikir, “Oh, si Jhon berkepribadian ganda atau schrizofernia kali!”

*Buat Mba Lia mutiaracinta.multiply.com, Thanks ya, dan jangan bosan pinjamin aku buku ya Mba.…^_^*

Advertisements

13 thoughts on “Carry Me Downa

  1. aku belum kelar baca alchemist-nya, mbak… soalnya hari2 belakangan ini aku lagi padat di kantor jadi pas pulang ke rumah aku udah terkapar hehehe…
    insya Allah kalau aku udah kelar baca aku pinjemin ke mbak fisra ya…*^^*

  2. tu maksudnya lihai ya?

    btw, bener tu nggak luwes kalau diterjemahin gitu. bahasa kan fleksibel. yang nerjemahin novel stephenie meyer tu keren sastranya, meski saya dibuat bosan dengan ceritanya yang terlalu tebal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s