Pangalengan….. I am Comiiiingggggg

Pangalengan….. I am Cominggg

Hari pertama 2010

Pagi 1 Januari baru saja menyapa ketika aku bangun jam tujuh lewat setelah tidur lagi seabis shalat shubuh. Sms yang masuk mengingatkan gue akan rencana gue pergi ke Bandung ama mba Lia n mba Wiwi. Itu sudah direncakan sekitar dua bulan sebelumnya dengan mba Lia.

Tapi sejujurnya, disamping keinginan gue yang meluap pergi ke Bandung bareng Mba Lia, terselip keinginan untuk membatalkan rencana tersebut…*^_^ maafkeun diriku ya Mba Lia…* Maklum gue lagi berhadapan ama masalah “basic need” plus semalamnya perut gue trouble gitu deh….

Tapi ngga etis juga rasanya membatalkan secara sepihak pada hari keberangkatan dan pada saat mba Lia sudah otw menjemput gue. So, layar telah dikembangkan, dan angin tak dapat berbalik arah. dan itu berarti….., Banduuuuuunngggg, I AM COMING…..!!!!

So, berangkatlah kita berdua ke Kampung Rambutan dari Jati Baru, Tanah Abang. Si Mba Wiwi mah udah lumutan (katanya) disana, hehehhehe.

Rencana sih kita bertiga pergi ke Pangalengan, kota kecil yang berada di Kabupaten Bandung. pangalengan adalah kota pengunungan yang dekat dengan perkebunan the Malabar yang dibangun oleh Mr. Boshca.

Rasanya, pergi kesana ibarat membaca peta buta yang kita ga ketahui sama sekali…. Tapi disitulah tantangannya. Mengunjungi daerah yang benar-benar buta sama sekali. Dan itu sangat-sangat menyenangkan. Oya, nyampe Pangalengan ujan deras, dan kita dikerumi tukang ojek yang ibarat gula dikerumin semut, halah…!!!

Mati gaya tuh kita bertiga…. Gimana ngga, ga tau kemana, dan jadilah kita bakal santapan empuk para tukang ojek tersebut. Waktu kita tanyain hotel, dengan semangat mereka meyakinkan kita hotelnya lumayam jauh, dan angkutan desa sudah nggak ada lagi. Dan mereka bertahan dengan tarif yang mereka tetapkan (malah pas udah nyampe hotel, mereka dengan seenaknya bilang tarif yang lebih tinggi…..!!!!

Gue sebel banget dikadalin karena hotelnya nggak sejauh yang mereka bayangkan! Paling jauh juga satu setengah kilo dari tempat kita naik ojek tadi. Tapi mo gimana lagi, kita nggak tau, ujan deras menghadang lagi.

Pas diatas ojek, ketika gue ngeliat beberapa kali angkutan desa dari arah yang berlawan, maka meluncurlah pertanyaan dari gue.

          “Itu bukannya angkutan umum disini Bang? Kan masih banyak. Kenapa tadi bilangnya udah ngga ada lagi? Kan baru jam empat?”
          “Itu carteran dari daerah lain, Neng!” jawabnya singkat, mantap, dan padat.
          “Banyak amat…?” tanya gue lagi.
          “Berarti si akang boong dong kalo bilang ga ada angkutan lagi?” tanya gue yang bikin dia terdiam.
Tapi rupanya mba Wiwi lebih nonjok lagi nanyanya ketika berada di toko karamel. Pertanyaan yang bikin si tukang ojek jadi salting.
         “Masa sih kang, ongkosnya segitu. Mahal banget!” tanyanya santai, tapi teges.
         “Iya, Neng, emang segitu kok ongkosnya! Coba aja tanya!” jawab si abang ojek.
         “Benar nih saya tanya?”
         “Tanya aja, Neng!” jawab si abang ojek. yang nggak bakal mengira Wiwi bakal nanyaain ke orang lain.
         “Benar segitu ya, Kang?” tanya Wiwi ke tukang warung tempat kami belanja. Si tukang warung gelagapan ga tau tau mo jawab apa, dan wajah si tukang ojekpun bengong. Waakakakaakak

         “Oh iya, segitu!” jawab si tukang warung ga kalah bengongnya.
         “Tapi saya ngga pernah naik ojek, neng, punya motor sendiri ini kok!” sambung si tukang warung. Sementara si tukang ojek terdiam ga bisa ngomong apa-apa lagi.

Bagi kami bertiga itu adalah pengalaman yang sangat menggelikan yang kami jadiin bahan ketawa selama dua hari tersebut…!wakakakkakak

Hari kedua 2010

Langit cerah menaungi perjalanan kami bertiga yang menyusuri perkebunan the Malabar hijau yang membentang bak permadani hijau. Pemandangannya sangat indah. So pasti kita ngga bakal ngelupain yang namanya acara bernarsis-narsis ria *teteuuuppp*

Kami melangkah dengan santai. Mba Wi, tentu aja langsung beraksi dengan canonnya…! Sedaaap…! Gue ngebayangin gue juga mempunyai kamera bagus tersebut. Kamera untuk para fotografer! Kami melangkah menuju tempat perisrirahatan terakhir Mr. Boscha yang teduh yang di kelilingi rerimunan pepohonan.

Makam tersebut ditutupi kubah yang melambangkan topi Mr. Boscha. Topi tersebut ditopang oleh delapan tiang yang melambangkan jumlah tongkat Mr. Boscha yang berjumlah delapan tongkat. Satu tongkat dipakai untuk masing-masing hari dalam seminggu. Sementara satunya lagi adalah tiket cadangan, kalau-kalau tiket tersebut rusak atau patah.

Sekitar satu kilometer dari sana, berdiri rumah tua yang masih kokoh. Rumah bergaya bangunan Belanda dengan fondasi batunya. Gue bayangin, betapa mewahnya rumah ini dulunya. Rumah yang ada perapian di ruang tengahnya. Sayang, kami nggak bisa masuk kesana karena mereka baru saja melakukan penyemprotan anti rayap.

Halaman depan dan belakang rumah tersebut ditumbuhi banyak jenis bunga.  Salah satunya sich, Bunga Chrysant boooo!!!! (Yihuuu senang hatiku…*irama lagu iklan penurun panas deman*)

Di pinggir jalan di depan rumah Boscha, ada sebuah aliran selokan (ga pantas kali gue sebut selokan) kecil yang lebarnya satu meter dan dalamnya mungkin selutut orang dewasa. Air kali kecil tersebut mengalir deras dan jernih banget! Ooohhh, pikiranku langsung melayang ke kota Jakarta yang air kalinya, ~apalagi selokan~ super butek dimana-mana!!! Seandainya Jakarta punya air yang bersih kaya gitu…? Entahlah…

It was amazing journey…. But.. kita harus berpisah di Bandung sore harinya karena Mba Lia dan Mba Wi melanjutkan perjalanan ke Tangkuban Perahu, sementara gue pulang ke Jakarta, kembali ke habitat semula, kota Jakarta tercinta yang macet, semrawut, bising, penuh asap kendaraan bermotor, dan sebagainya…dan sebagainya…!!!

Jakarta, 5 Januari 2010.

11 thoughts on “Pangalengan….. I am Comiiiingggggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s