AKHIR PERMINTAAN TERAKHIR

AKHIR PERMINTAAN TERAKHIR

Sejujur, gue ngga tau pengen nulis apa. Pikiran gue butek, mampet, beku.  Ga ada satupun yang hendak ditulis.

Ga ada ide?

Bukannya ga ada ide. Ide sih banyak bersileweran memenuhi kepala gue, tetapi entahlah! Rasanya jari-jari gue malas menggengam pulpen ataupun menari-nari indah diatas keyboard.  

Padahal, 99,99 % dari diri gue, pikiran dan otak gue menyuruh segera menulis, menulis apa saja yang terlintas diotak gue. Sementara 0,01 %, hanya 0,01 % perasaanku yang bekerja. Tapi rupanya perasaan gue yang menguasai dan menjadi jawara atas diri gue.

*Perasaan gw mengibarkan panji-panji kemenangan*

*Gue tertundul lemas tak berdaya*


Bingungkan…?

Kalo lo-lo aja bingung apalagi gue? Berkali-kali gue mencoba menyalakan komputer gue dengan niat untuk mengetik. Tapi berkali-kali juga perasaan malas gue menguasai diri gue lagi. Akhir kata dari semua itu GAMES-lah yang menjadi pemenang atas diri gue.

Kayanya tu Games harus diremove alias dieksekusi mati lagi untuk kedua kalinya dari komputer gue. Dulu, gue pernah mengekskusi mati yang namanya games. Tapi sebulan yang lalu itu games kembali reinkarnasi, menampakkan diri di komputer gue sambil menebarkan senyum genit supaya gue mau memainkan dirinya.

Dan ketika niat gue untuk mengeksekusi mati  tu games untuk kedua kalinya, SETAN DALAM HATI IKUT BICARA *lagu Rossa berdendang dengan ria*, meminta kesempatan untuk games supaya aku memberikan permintaan terakhir.

Permintaan terakhir…?

Tentu saja, gue adalah orang baik yang tidak akan mengeksekusi sesuatu tanpa memenuhi permintaan terakhirnya.

Apa permintaan terakhir kalinya games gue…?

Dia meminta supaya gue memainkan dia untuk terakhir kalinya (Oalaaaah….! Piye iki?).

Okelah, demi games yang udah mo mati, gue bersedia memenuhi permintaan terakhirnya tersebut. Tapi dasar SETAN DALAM HATI IKUT BICARA, gue ternyata ga cukup hanya memainkannya satu kali aja, tapi berkali-kali saudara-saudara! Hingga akhirnya niat untuk menulis batal lagi!

Gubrak dah….!

Sampai kemudian, satu sisi hati gue berteriak….

Oiiiiiiiiiiiiiiii Firsty, apa lo ga malu, buku-buku teman lo udah berjajar dengan indah di Gramed sana, sementara diri lo masih asyik-asyik saja dengan games…!

Sadar oi, sadar………….! Mana semangat loooooooooooooooooooooooooo! Apa lo ga malu saat temen-temen lo kreatif nulis buku, lo cuma main games……?

Gue akhirnya tersadar, permintaan terakhir games gue ternyata hanyalah jebakan untuk  memenjarakan gue lagi…..

*Begaya film kungfu*

Sekarang Games, kau harus matiiiiiiiiiiiii!
Kubunuh kau dengan Sedang Saljuku….
Rasakan ini…
Hea…..hea….
Hup!…..

Darah segar muncrat dari dada games sambil menatap nanar atas kekejamanku padanya.

Aku terjatuh lemas!

Games, aku tidak perlu minta maaf. Aku harus melakukan ini! Kau harus ditumbalkan supaya kau tidak menumbalkan waktuku….

Advertisements

22 comments

  1. keren!
    (sbnrny imajinasi yg rada lebaii sih..) kaya dlm komik!

    kalo lg ga mood sih, apa mo dikata..
    sesekali refreshing jg boleh donk! (tp bkn brarti membenarkan lho..!) 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s