Calon Pemimpin yang Munafik

Kandidat Calon Pemimpin Yang Munafik

    “Sejauh mana Anda bisa lebih baik dari jenderal-jenderal lainnya yang bertarung untuk kursi calan presiden?” tanya seorang panelis pada seorang kandidat calan prsiden yang seorang purnawirawan yang tampil dalam acara “The Candidate” di Metro TV.

    “Kata mereka, saya lebih baik, lebih bersih dan lebih berpotensi untuk menjadi calon presiden” begitulah kira-kira jawaban sang kandidat calon presiden yang bernama Muhammad yasin.

Kata mereka, saya pikir itu adalah kata-kata yang menampilkan ketidak kepercayaan diri mereka sendiri. Bagaimana mungkin seseorang punya keyakinan untuk menjadi calon presiden hanya dengan bermodalkan ‘kata mereka’? Berulangkali jenderal ini mengulang ‘kata mereka’ dalam melihat dirinya.

Atau pernah juga jenderal yang lainnya seperti Agum Gumelar dan Prabowo Subianto berujar. “Saya tidak mencalonkan diri, tapi dicalonkan!”

Dan bagaimana mungkin juga, ia atau yang lainnya yang jelas-jelas punya ambisi untuk menjadi seorang penguasa bisa berlindung dibalik kata-kata, “saya tidak mencalonkan diri, tapi dicalonkan, karena kata mereka, bla…bla…bla…”

Agung Laksono melukiskan dirinya orang yang terbuka, arif dan bijaksana (Kompas, Kehidupan, 14 Desember 2008). Tapi ia mengaku bahwa yang menulis kata-kata itu berdasarkan penilaian stafnya.

Stafnya…?! Ya, hanya stafnya…! Karena kita sudah meliat bagaimana sepak terjangnya. Kita juga melihat bagaimana ia telah mensahkan undang-undang yang hanya dihadiri oleh 90 orang anggota dewan tanpa mempertimbangkan masih ada anggota dewan diantara yang hadir yang menolak undang-undang tersebut. Apakah itu tindakan yang arif dan bijaksana…?

Ataukah itu hanya kalimat-kalimat yang muncul karena kemunafikan mereka? Entahlah. Saya pikir, seharusnya mereka punya keyakinan diri bahwa ‘saya lebih baik dari calon-calon presiden lainnya karena… bla…bla…bla…’ Ada kata-kata dan tindakan yang kongret, tidak hanya lewat iklan, poster-poster dan kata mereka…!

Parahnya lagi, banyak sekali tokoh-tokoh yang besikap seperti itu. Sungguh menyedihkan.

Dan ini saya pikir, tidak ada hubungannya dengan sikap tidak mau takabur, atau tidak mau menyombongkan diri sendiri……

Tentu kita masih ingat ketika dalam konvensi calon presiden partai Demokrat, Amerika serikat, Obama disarankan mundur untuk memberikan kesempatan pada Clinton untuk menjadi presiden dan ia (Obama) yang menjadi wakil presiden. Dengan tegas Obama menjawab bahwa ia maju konvensi bukan untuk menjadi calon wakil presiden.

Sementara calon-calon pemimpin kita disini banyak yang berlindung di balik kata kata, ‘kata mereka atau juga saya tidak mencalonkan diri tapi dicalonkan!’

Malu-malu tapi mau… Cape deh…!

Wajar aja negara kita yang katanya gemah ripah loh jinawi ini ‘babak belur’ didikte negara lain demi kepentingan mereka.

Payah……

2 thoughts on “Calon Pemimpin yang Munafik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s