Mumpung lagi hujan

Hei kawan, apa yang engkau rasakan ketika langit menangis?

Kalau ada yang bertanya ke gw apa salah satu hal yang paling gw sukai, maka tak lain jawabannya adalah memandang hujan yang turun dari langit mengguyur bumi. Bagi gue memandang rintik rintik hujan yang tercurah dari bumi, melihat air hujan yang mengalir dari atas atap lalu jatuh ke tanah, melihat uap air atau tetesan air yang mengalir di kaca dan menampung air hujan dengan mengulurkan tangan melalui jendela adalah suatu keindahan yang mengasyikkan.

Suara hujan yang terdengar menyiram atap bagi gw adalah melodi instrumental alam yang gw tunggu-tunggu. Gue bahkan nggak bisa menyebutkan apa kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan gw ketika menatap fenomena alam yang waktu kecil dulu gw dan teman-teman sebut sebagai langit yang menangis. Tapi paling tidak ada dua kata yang pas yang bisa gw ungkapin ketika memandang hujan. Ya, cukup dua kata, indah dan asyik

Ada perasaan bahagia yang tak terkira disitu, ada perasaan melonkolis yang mendayu-dayu dan juga ada suatu perasaan romantisme yang tidak bisa gw defenisikan seperti apa. Semuanya bergabung jadi satu dalam keindahan yang mengasyikkan.

Dan kalau ada yang bertanya pada gw apa yang paling tidak gw suka, maka tak lain dan tak bukan jawabannya adalah sesuatu yang kadang-kadang menyertai yang paling gw suka, yaitu petir atau kilat yang menyambar-nyambar di saat hujan dan guntur yang membahana membelah angkasa.

Gw juga tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang gw rasakan ketika melihat petir, si bunga listrik itu menyambar-nyambar alam dan mendengar gemuruh guntur yang menggelegar. Bagi gw, petir dan guntur adalah sesuatu yang mencekam jiwa dan membenamkan kebahagian gw ke dalam lumpur yang paling dalam.

Tapi teman, bagaimana keduanya muncul bersamaan? Ribuan jarum dari langit yang tercurah disertai dengan kilatan dan raungan suara alam yang mencekam.

Jawabannya mungkin hanya dua :
Pertama    : Keindahan dan keasyikan yang mencekam dan terbenam dalam
lumpur yang paling dalam. Atau,
Kedua    : Perasaan mencekam dan terbenam dalam lumpur yang paling yang
 indah dan mengasyikan.
    Dua-duanya kayaknya ga enak….
    Atau ada yang lain…?
    Bagaimana dengan engkau semuanya….?

8 thoughts on “Mumpung lagi hujan

  1. gud! nice post fis🙂
    aku juga suka hujan. dari gerak tetesnya yang membentuk tirai di langit lepas, dari aroma harumnya ketika menyentuh dedaunan dan tanah….romantis🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s