Pada Shubuh Yang Tak Bersisa

Allahu Akbar…Allahu Akbar….
Allahu Akbar…Allahu Akbar….
…………………………………………….
Ashalatu khairum minannaum……


Sang muazin telah memanggil
Suara azan Shubuh menggema membelah jaga raya
Memecah kesunyian yang memeluk malam
Membangunkan hati yang penuh dengan kehambaanNya

Tapi takkan kuizinkan…
Kan kudendangkan lagu indahku….
Penuh kelembutan, kuusap kelopak matanya
Dan kubisikan padanya….

“Tunggu sebentar lagi, Sayangku…
Hari masih gelap…dingin masih menggit ragamu
Hari masih gelap dan Shubuhmu masih panjang….
Peluk lagi malammu Sayangku….
Peluk lagi mimpimu….”
Dengan seraut senyum di bibirnya….
Dia kembali memeluk mimpinya…

Alhamdulillah…Wasyukurillah….
Bersyukur PadaMu Ya Allah……


Hu..h!  Sekarang si Opick yang membangunkannya…
Pada waktu yang dia atur masanya
“Oh,Udah Shubuhkah…?” dia bertanya
Tuk bangkit dia mencoba….

Tapi….takkan kuizinkan!
Kan kudendangkan lagi lagu indahku…
Kuusap lagi kelopak matanya, penuh kelembutan
Dan kubisikan lagi padanya….

“Sayang…., sebentar lagi…
Buai lagi mimpimu…
Peluk lagi kehangatan malammu…
Stengah jam lagi…Shubuhmu masih tersisa
Dengan seulas senyumnya ia menarik lagi
Kehangatan selimutnya…

Ha…ha…ha…ha…
Dia membuka mata dengan terpana
Bangkit raga dengan hati hampa….
Menatap sang surya yang sudah mengintip celah kamarnya…
dan menyapanya riang,
“Sayangku….! subuhmu sudah tak bersisa…!”

Begitulah, sayangku…
Selamanya kau kan kugoda..
Tuk s’lalu lupa padaNya….

Karena akulah SETAN DURJANA sayangku..




Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s